Dekat sudah terbukti...Jauh sedang diuji
"Long distance...!!!
hhmm, pasti pertama kali sahabat Utjan membaca tulisan itu, yang terbesit dimemori adalah... " nich pasti mau cerita about love. iyaa...kan???". Long distance dengan pasangan kita kan??? Ngaku aja dech Utjan...
Yups, It's true...!!! trus hubungannya apa yach peryataan ama tulisan tersebut??
well, disini saya ingin curhat sedikit tentang kalimat diatas . Monggo....didengerin yach...
Sahabat Utjan tercinta....
Mungkin sebagian dari kalian ada yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Tidak hanya yang masih pacaran, atau tunangan. Mungkin juga ada yang sudah menikah. Yang dengan sedikit terpaksa harus berjauhan karena tempat bekerja suami atau istri yang jauh dari kota kalian tinggal.
Dan mungkin juga sebagian dari sahabat Utjan, sudah ada yang terbiasa dengan hal tersebut, atau sama sekali belum terbiasa.
Biasanya sich.... jika hal tersebut dianggap biasa, itu pasti karena sahabat sudah berulang-ulang kali mengalaminya. Yaah...walaupun terkadang sahabat merasa bosan serta lelah menjalaninya. Karna, siapa pun dia, apapun jabatannya, serta apapun alasannya, pasti merasa kebersamaan itu lebih membahagiakan dan menyenangkan dari pada perpisahaan dan pembatasan jarak yang jauh.
"Betul tak....sahabat????". (Nice, 3 orang yang bilang betul....and 2 orang yang bilang benar).
"Ok, terimasih pujiannya". hahahahahaha....
Namun bagi sahabat yang sama sekali belum terbiasa, hal itu akan terasa amat sangat berat dan sulit. Belum terbiasa bukan hanya berarti sama sekali belum pernah menjalaninya yach.....but, pernah!! tapi mungkin hanya sekedar beberapa jam, hari, dan itupun sekali atau cuma sampai dua kali aja. Tapi jika harus dihadapkan lagi dengan keadaan tersebut, sungguh sangat memberatkan dan merasa terlalu sulit untuk memulainya lagi.
yaaachh....kondisi seperti itulah yang sedang ku alami sekarang. Padahal beberapa tahun yang silam pernah saya alami. Tapi ntah kenapa saat harus menjalaninya lagi itu terasa amat sulit. Kenapa saya merasa sulit??? (ayoo...tebak kenapa???ada yang tau???". Apaaaaa??, gak da yang tau???
Oke lah kalu begitu...dengan ikhlas saya kasih tau...)
Gimana saya nggak merasa berat dan sulit. Wong saya dan My Soul pacaran udah dua taon lebih beraapaa gitu. Dan sekarang ini status kami udah tunangan.
Naah...semenjak dua taun itu kami selalu bersama alias tiap hari ketemu. "hhhmmm..apa nggak bosen tiap hari ketemu??". Gak dunk....kan tiap orang beda-beda seleranya...hihihi". Hanya tengah malam aja kami yang nggak ketemu....hahahaha....hhuufft!!!
Dan biasanya sich waktu terlama itu hanya 2 atau 3 hari aja kami gak ketemu.
Kemana-mana kami pasti sama. Makan...minum...juga sama. Kadang-kadang saat saya pergi atau pulang kerja juga antar jemput walaupun beda kantor. Saat kebanjiran duit awal bulan kita juga sering belanja bareng. Apalagi setiap saya ada masalah internal&external selalu curhat ama dia. Sama-sama cari jalan keluar tuch masalah, biar si masalah pulang ke induknya.Karena kekompakan kita, banyak temen2 kami yang pengen kayak kami berdua. Selalu keliatan harmonis dan rumantiz.
Popoknya tuch.....eehh...pokoknya tuch dia bagiku bukan cuma sekedar pacar, kekasih, atau tunangan. Tapi dia lebih dari itu. Dia selalu ada saat saya sedang tidak atau sangat membutuhkannya. Selalu bisa membuatku tersenyum, tertawa, cemberut, merajok, sedih, kangen, merepet. Dia bisa berubah menjadi siapapun yang aku butuhkan (hahahaha....mahluk halus dunk berarti..). Maksudnya tuch, dia bisa menjadi sosok seorang abang, teman, sahabat, kadang-kadang seperti anak kecil, dan gak diragukan lagi bisa menjadi belahan jiwa (pastinya dunk..)
Coba sahabat Utjan bayangkan.....lagi bahagia-bahagianya merasakan indahnya kebersamaan, eeehh..tiba-tiba kita harus berjauhan demi tuntutan masa depan. Wiiiihhh....gak enak banget lah pokoknya. Terasa berat banget.
Jujur aja, suuuuliit banget awalnya untuk bisa ikhlas melepaskannya. Tapi saya juga gak bisa menghalangi rezekinya dan langkah masa depannya. Karena itu semua udah terencana sama Allah. Saya juga gak mau jadi cewek yang terlalu egois, yang cuma bisa menuruti perasaan saya aja.
Maklumlah namanya juga cewek, perasaan cewek kan sensitiv buanget. Kadang terlalu sedikit berlebihan dan lebay. Apalagi saat ditinggal jauh dan harus menjalani hubungan jarak jauh kayak gini, sadar atau tidak sadar pasi perasaan dan fikirannya bercampur aduk, kayak gado-gado. Perasaan takut, hawatir, cemas, dan yang terlebih kaaangeen, pasti selalu berputar-putar kayak burung yang hinggap dikepala.
(itu sich menurut saya, tapi gak tau juga yach kalo menurut sahabat Utjan sekalian)
Kita berdua harus berjauhan, karena dia diterima kerja diluar kota. Memang sich tuch kota gak jauh-jauh amat. dan juga pulangnya bisa seminggu sekali kalau sedang tidak terlalu banyak kerjaan. Bukannya gak seneng dan gak bersyukur sich dia dapat kerjaan yang bagus, tapi..... tetap aja terasa ada yang beda dihari-hariku sekarang ini. Terasa kali kehilangannya. Hiiks..hikss..hiks...hhuuuaaaaaa....
Sahabat semua...akhirnya saya sadar kok...dia tuch pergi bukan untuk dirinya sendiri. Tapi dia pergi untuk orang yang dicintainya, keluarga dan saya si imoetnya. Saya hanya bisa berdoa ke Allah, semoga langkah dan rezekinya selalu dimudahkan oleh Allah. Semoga Allah selalu menjaga hati kami berdua walau sejauh apapun jarak yang membatasai serta setebal apapun tembok yang mengahalangi kami, sampai nanti sampai hari bahagia itu benar-benar datang kepada kami.
Mungkin saat-saat ini lah cinta serta kesetiaan kami sedang diuji. dengan cara Allah menjauhkan jarak kami. Tentu saja karena saat kami berdua dekat, cinta serta kesetiaan kami telah terbukti.
Buat sahabat Utjan yang sedang mengalami hal yang sama seperti saya, mudah-mudahan Allah selalu memberikan keteguhan hati agar cinta kalian bersama orang-orang yang kalian cintai tetap terjaga. Amin.
Dan terimakasih buat sahabat Utjan yang sudah mampir diblog yang sederhana ini.

emangnya abang kita kemana la?
BalasHapus