THANK YOU FEMINA
Jum’at, 21 Januari 2011
Tepatnya pada hari itu telah berlangsung kuliah umum tentang Penulisan Jurnalistik dalam Koran dan Majalah, yang dibawakan langsung oleh Pemred Femina yaitu Ibu Petty Fatimah di Aula kampus STIKP Medan. Sebenarnya sehari sebelum acara berlangsung, saya sudah mengetahui hal tersebut. Bagi saya waktu itu; ini adalah kesempatan belajar bagaimana menjadi seorang penulis yang handal, tulisannya tidak hanya menarik tapi juga bermanfaat bagi pembacanya. Serta mampu membedakan bagaimana sich cara penulisan yang benar dikoran dan majalah.
Saat itu saya benar-benar berantusias sekali bisa mengikuti perkuliahan umum tersebut. Berharap bisa duduk dibangku yang paling depan, tengah atau belakang sekalipun. Serta mencatat setiap ilmu yang saya dapat. Maklumlah…karena saya bukan lulusan Jurnalistik atau Public Relation. Dan saya juga bukan alumni dari STIKP tempat saya bekerja sekarang.
Namun kenyataannya, tepat pada hari-H nya, justru tidak sesuai dengan harapan saya. Jangankan bisa mendengar setiap penjelasan dengan jelas, duduk dikursi paling depan, tengah atau belakang, untuk masuk keruangan saja saya tidak kebagian pintu, karena ruangan telah dipadati oleh para mahasiswa/I tersebut, dan satu hal lagi saya ditugaskan untuk menjaga meja tamu yang terletak tepat disamping luar Aula.
Sedih???
Ya, tentu saja !!!
Saya merasa sangat sedih karena tak bisa langsung menikmati perkuliahan umum tersebut. Karena saya sadar, ilmu tersebut sangat mahal. Namun, meskipun harus demikian keadaannya, kobaran api semangat yang selalu berteriak dalam diri saya untuk menjadi seorang penulis tidak padam begitu saja. Walaupun saya tidak bisa masuk dan bergabung dengan para mahasiswaI tersebut, tapi saya masih bersyukur. Karena saya masih bisa melihat, serta mengikutinya dari luar meski kadang-kadang suara ibu Petty tidak terdengar terlalu jelas keluar aula. Dan saya juga masih sempat menulis beberapa rangkaian ilmu yang diberikan oleh Ibu Petty yang dilayangkan beliau melalui LCD Proyektor.
Satu hal yang paling saya ingat adalah; “Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, yang lulus dengan nilai cum laude. Tapi juga cerdas, creatif, imaginatif”.
Terimakasih saya ucapkan kepada Ibu Petty Fatimah dan Femina, yang telah membagi ilmunya dengan ikhlas dan senang hati. Sedikit atau sebanyak apapun ilmu yang bisa saya gapai hari itu, bagi saya itu adalah ilmu yang termahal yang pernah saya miliki. Semoga dengan ilmu yang saya dapat tersebut perlahan-lahan saya bisa terus belajar untuk menjadi seorang penulis yang handal. Amin.
(Laila Hafiza)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar