Mengenai Saya

Foto saya
Imoet...imoet...imoet... If there is a will, there is a way

Selasa, 25 Januari 2011


THANK YOU FEMINA


Jum’at, 21 Januari 2011

Tepatnya pada hari itu telah berlangsung kuliah umum tentang Penulisan Jurnalistik dalam Koran dan Majalah, yang dibawakan langsung oleh Pemred Femina yaitu Ibu Petty Fatimah di Aula kampus STIKP Medan. Sebenarnya sehari sebelum acara berlangsung, saya sudah mengetahui hal tersebut. Bagi saya waktu itu; ini adalah kesempatan belajar bagaimana menjadi seorang penulis yang handal, tulisannya tidak hanya menarik tapi juga bermanfaat bagi pembacanya. Serta mampu membedakan bagaimana sich cara penulisan yang benar dikoran dan majalah.
Saat itu saya benar-benar berantusias sekali bisa mengikuti perkuliahan umum tersebut. Berharap bisa duduk dibangku yang paling depan, tengah atau belakang sekalipun. Serta mencatat setiap ilmu yang saya dapat. Maklumlah…karena saya bukan lulusan Jurnalistik atau Public Relation. Dan saya juga bukan alumni dari STIKP tempat saya bekerja sekarang.
Namun kenyataannya, tepat pada hari-H nya, justru tidak sesuai dengan harapan saya. Jangankan bisa mendengar setiap penjelasan dengan jelas,  duduk dikursi paling depan, tengah atau belakang, untuk masuk keruangan saja saya tidak kebagian pintu, karena ruangan telah dipadati oleh para mahasiswa/I tersebut, dan satu hal lagi saya ditugaskan untuk menjaga meja tamu yang terletak tepat disamping luar Aula.
Sedih???
Ya, tentu saja !!!
Saya merasa sangat sedih karena tak bisa langsung menikmati perkuliahan umum tersebut. Karena saya sadar, ilmu tersebut sangat mahal. Namun, meskipun harus demikian keadaannya, kobaran api semangat yang selalu berteriak dalam diri saya untuk menjadi seorang penulis tidak padam begitu saja. Walaupun saya tidak bisa masuk dan bergabung dengan para mahasiswaI tersebut, tapi saya masih bersyukur. Karena saya masih bisa melihat, serta mengikutinya dari luar meski kadang-kadang suara ibu Petty tidak terdengar terlalu jelas keluar aula. Dan saya juga masih sempat menulis beberapa rangkaian ilmu yang diberikan oleh Ibu Petty yang dilayangkan beliau melalui LCD Proyektor.
Satu hal yang paling saya ingat adalah; “Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, yang lulus dengan nilai cum laude. Tapi juga cerdas, creatif, imaginatif”.
Terimakasih saya ucapkan kepada Ibu Petty Fatimah dan Femina, yang telah membagi ilmunya dengan ikhlas dan senang hati. Sedikit atau sebanyak apapun ilmu yang bisa saya gapai hari itu, bagi saya itu adalah ilmu yang termahal yang pernah saya miliki. Semoga dengan ilmu yang saya dapat tersebut perlahan-lahan saya bisa terus belajar untuk menjadi seorang penulis yang handal. Amin.

Mutiara Utjan
(Laila Hafiza)


Minggu, 23 Januari 2011

Bukan Iri, Hanya Sedih

"Assalamualaikum.."
Terdengar suara Rudi yang mengucapkan salam tepat kearah dua sahabatnya, Fiza dan Aldy.

Fiza dan Aldy yang saat itu sedang asyik berinternet ria, spontan kaget dengan kedatangan Rudi.
"Waalaikumsalam...", jawab serentak dari mulut mereka berdua.

"Oya bes...ni undangan kawan kita itu, wajib datang ya klen semua !!", lanjut Rudi sambil menyerahkan selembar undangan pernikahan salah satu teman mereka.

Aura wajah Fiza spontan berubah. Bukan marah, benci, atau iri dengan selembar undangan tersebut. Karena sebenarnya, beberapa minggu sebelumnya kabar itu sudah terdengar ditelinganya. Dan sempat meminta izin ke Aldy untuk tidak ikut serta mengahadiri undangan tersebut, dengan alasan hatinya tak sanggup menyaksikan acara sakral itu. Bukannya iri, tapi hanya sedih. 

Wajahnya berubah sedih, matanya berkaca-kaca ingin menumpahkan butiran bening yang tiba-tiba sudah menumpuk dipelupuk matanya. Yaa...!! fiza sedih karena sampai harini, dia dan Aldy belum juga menikah dan menjalankan sunnah rasul seperti sahabat-sahabat mereka yang lain yang sudah menikah dan punya momongan. Fiza sedih, seharusnya ketika mereka akan menghadiri cara sakral tersebut, mereka berdua sudah menjadi sepasang suami istri yang sah semenjak beberapa bulan yang lalu. Namun gagal karena pertentangan dari dua pihak keluarga.
Dengan sekuat tenaga Fiza berusaha meredam kesedihannya, mencoba menarik kembali butiran bening yang numpuk di pelupuk matanya. 

Aldy, yang sedari tadi duduk disamping Fiza, diam-diam memperhatikan gerak geriknya. Tak hanya Fiza yang merasa sedih, tapi Aldy juga turut merasakannya. Fiza yang berdiam diri menoleh kearah Aldy dengan tatapan kosong dari matanya. 
       
    "Cyg sedih yach???, yang sabar yach...abang sayang de". bisik Aldy ke Fiza sambil mengelus lembut kepala Fiza.

Mendengar untaian kata yang telah keluar dari mulut Aldy, Fiza tak kuasa membendung tangisnya. Dan...butiran bening itupun mengalir lembut diatas pipi putihnya. Aldy yang tak tega melihat kesedihan Fiza, dengan segera meraih kepala Fiza dan menyenderkannya tepat diatas bahunya.

Tak lama kemudian Aldy meninggalkan Fiza sendiri. Aldy segera menuju ke beberapa temannya yang sudah datang untuk berkumpul dan membahas undangan tersebut. Beberapa menit kemudian Aldy datang menghampiri Fiza lagi dan berkata;

  "Cyg...keluar yuk, gabung sama teman-teman kita. Karena dari tadi mereka tanya terus, Cyg dimana", bujuk Aldy.

Dengan perasaan yang masih haru biru, Fiza segera menutup layar PCnya dan keluar mengikuti langkah Aldy. Ternyata mereka semua sudah berkumpul. Musyawarah pun dimulai. Masing-masing orang memberi masukan dan saran. Tapi, lagi-lagi Fiza ingin menangis. ia pun langsung permisi menuju ke toilet dan menumpahkan isakkannya disana. Begitu keluar dari toilet, Fiza langsung berdiri disamping Aldy dan membisikkan sesuatu;
  
"De' ikut yach...!!! setelah de' fikir-fikir....de' egois kalau de' cuma mementingkan perasaan sendiri, de' mau ikut, karena gak mau biarkan cynk ngelewati itu semua sendiri disana".

Aldy tidak membalas sepatah katapun. Hanya dengan tersenyum haru, Fiza sudah mengerti maksudnya.

Rabu, 19 Januari 2011

Tangisan Hati Anak Manusia

Kita tidak tau...
Kapan dunia akan berakhir
Kita tidk tau..
Kapan kita akan dipanggil
Bahkan kita sama sekali tidak tau...
Tentang rahasia sang Ilahi

             Tanpa kita sadari..
             Umur kita semakin berkurang
             Iman kita semakin melemah
             Dan hati kita semakin terperdaya

Kita anggap....
Dunia syurga yang nyata
Sedangkan akhirat....
Hanya omong kosong belaka

           Bahkan kita anggap diri kita
           Benar diatas kebenaran
           Pandai diatas kepandaian
           Dan hebat diatas kehebatan

Padahal sebenarnya kita...
Lebih bodoh !!!
Dari kebodohan yang ada,
Lebih hina !!!
Dari orang yang terhina
Namun sayang...
kita pura-pura buta,
Seakan-akan kita tak tau,
Bahkan sama sekali tak mau tau.

          Akan tetapi....
          Di suatu masa...
          Ketika hati hendak bersuci,
          Para syaitan pun mulai beraksi
          Ketika hati hendak menangis,
          Para jin pun mulai berbisik
          Dan ketika hati hendak menjerit,
          Para iblis pun semakin menggigit.

Ya Robbi....
Hentikanlah tangisan hati kami
Padamkanlah kobaran api keangkuhan kami
Serta jauhkanlah siksaan terhadap jiwa kami

          Ya Rabbi...
           Ampunilah kami
           Rahmatilah kami
           Berikanlah petunjuk pada hati dan jiwa kami
           Dan berilah kami kekuatanMu
           Agar kami dapat bertahan
           Dari bisikan-bisikan syaitan, jin, serta iblis ciptaanMu

From Me To You All

Mutiara Hidup


  • Hidup adalah sebuah perjuangan
  • Perjuangan memerlukan kekuatan dan kesungguhan
  • kesungguhan akan membawamu kesebuah keberhasilan
  • Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit
  • Tuntutlah ilmu sampai ke negri Cina sekalipun
  • Jadilah kamu orang yang tegar dalam menghadapi suatu apapun
  • Janganlah mudah menyerah sebelum kamu mendapatkan keinginanmu
  • Terkadang, sebuah percobaan sangat penting bagimu
  • Karena dengan adanya percobaan, kamu akan tau sampai mana sebenarnya kemampuanmu
  • Jadilah seperti bunga ditepi jurang, indah dipandang...namun sukar dipetik orang
  • Sebarkan senyum kasih sayang selagi kamu hidup dan masih bisa tersenyum
  • Belajarlah dari pengalamanmu, sebaik-baiknya guru adalah sebuah pengalaman
  • Tinggalkan masa lalumu, Lets Gone Be By Gone
  • Yang terpenting adalah.... Just Be Your Self



Selasa, 18 Januari 2011

One Message From My Soul

Selasa, 18 Januari 2011
18:54 WIB

"Dreet...dreet..dreet.." bunyi getaran hpku
one message received from my soul.... (tertera jelas dilayar hpku)

Spontan garis bibirku mundur kebelakang, hingga membuat lingkaran senyum maniez diwajahku. tanpa berfikir panjang langsung ku tekan tombol open dihapeku..

Tiit....!!! terbukalah layar bersegi empat itu yang bertuliskan :

"Ntah kenapa sampai saat ini ku terus merindukanmu.
 walau ini akan menguras usiaku untuk bisa bersatu denganmu.
  kini, ku berserah pada Allah dengan segenap upayaku,
  untuk terbaik bagi kita".

Hhhhhhhhh.....hhhuuuhh...!!!
ku tarik nafas dalam-dalam setelah membaca tulisan itu. Senyumku melebar... mataku berbinar dan terasa sedlikit berair. Aku terharu !!
"ternyata dia juga sedang merindukanku, disela-sela kesibukannya harini. Sama seperti diriku yang hampir tiap saat tak bisa berpaling dari bayangan wajah cintanya", bisikku dalam hati.

Beberapa detik kemudian...jari-jariku yang lentik mulai merangkai kalimat balasan ke dia:

"Bukan ntah kenapa atau apa...
  tapi karena Allah lah sampai saat ini aku juga masih merindukanmu&mencintaimu.
  dan aku ingin segera bisa menjadi yang halal bagimu...
  yang mendampingimu dalam suka duka,
  dan merawatmu..sampai ajal tiba.
  Semoga Allah segera mengabulkan doa kita".


"bismillahirahirrahmaanirrahiim....."

"Tiiit...!! ku pencet tombol send.....and than...
one message sent to my soul."

Merasa yakin pesan balasanku sudah sampai ke hpnya, masih dengan senyum haru...aku membalikan layar hpku seperti semula. Dan segera bergegas menuju aula untuk mengikuti Free English Course yang telah diprogram untuk semua staff dikantorku.

Thank u so much for u...my soul..
U still loving me...





Minggu, 09 Januari 2011

Long Distance Love

Dekat sudah terbukti...Jauh sedang diuji

"Long distance...!!! 

hhmm, pasti pertama kali sahabat Utjan membaca tulisan itu, yang terbesit dimemori  adalah... " nich pasti mau cerita about love. iyaa...kan???". Long distance dengan pasangan kita kan??? Ngaku aja dech Utjan...

Yups, It's true...!!! trus hubungannya apa yach peryataan ama tulisan tersebut??
well, disini saya ingin curhat sedikit tentang kalimat diatas . Monggo....didengerin yach...

Sahabat Utjan tercinta....
Mungkin sebagian dari kalian ada yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Tidak hanya yang masih pacaran, atau tunangan. Mungkin juga ada yang sudah menikah. Yang dengan sedikit terpaksa harus berjauhan karena tempat bekerja suami atau istri yang jauh dari kota kalian tinggal.

Dan mungkin juga sebagian dari sahabat Utjan, sudah ada yang terbiasa dengan hal tersebut, atau sama sekali belum terbiasa. 

Biasanya sich.... jika hal tersebut dianggap biasa, itu pasti karena sahabat sudah berulang-ulang kali mengalaminya. Yaah...walaupun terkadang sahabat merasa bosan serta lelah menjalaninya. Karna, siapa pun dia, apapun jabatannya, serta apapun alasannya, pasti merasa kebersamaan itu lebih membahagiakan dan menyenangkan dari pada perpisahaan dan pembatasan jarak yang jauh. 
"Betul tak....sahabat????". (Nice, 3 orang yang bilang betul....and 2 orang yang bilang benar).
"Ok, terimasih pujiannya". hahahahahaha....

Namun bagi sahabat yang sama sekali belum terbiasa, hal itu akan terasa amat sangat berat dan sulit. Belum terbiasa bukan hanya berarti sama sekali belum pernah menjalaninya yach.....but, pernah!! tapi mungkin hanya sekedar beberapa jam, hari, dan itupun sekali atau cuma sampai dua kali aja. Tapi jika harus dihadapkan lagi dengan  keadaan tersebut, sungguh sangat memberatkan dan merasa terlalu sulit untuk memulainya lagi.

yaaachh....kondisi seperti itulah yang sedang ku alami sekarang. Padahal beberapa tahun yang silam pernah saya alami. Tapi ntah kenapa saat harus menjalaninya lagi itu terasa amat sulit. Kenapa saya merasa sulit??? (ayoo...tebak kenapa???ada yang tau???". Apaaaaa??, gak da yang tau???
Oke lah kalu begitu...dengan ikhlas saya kasih tau...)

Gimana saya nggak merasa berat dan sulit. Wong saya dan My Soul pacaran   udah dua taon lebih beraapaa gitu. Dan sekarang ini status kami udah tunangan.
Naah...semenjak dua taun itu kami selalu bersama alias tiap hari ketemu. "hhhmmm..apa nggak bosen tiap hari ketemu??". Gak dunk....kan tiap orang beda-beda seleranya...hihihi". Hanya tengah malam aja kami yang nggak ketemu....hahahaha....hhuufft!!!
Dan biasanya sich waktu terlama itu hanya 2 atau 3 hari aja kami gak ketemu.

Kemana-mana kami pasti sama. Makan...minum...juga sama. Kadang-kadang saat saya pergi atau pulang kerja juga antar jemput walaupun beda kantor. Saat kebanjiran duit awal bulan kita juga sering belanja bareng. Apalagi setiap  saya ada masalah internal&external selalu curhat ama dia. Sama-sama cari jalan keluar tuch masalah, biar si masalah pulang ke induknya.Karena kekompakan kita, banyak temen2 kami yang pengen kayak kami berdua. Selalu keliatan harmonis dan rumantiz.

Popoknya tuch.....eehh...pokoknya tuch dia bagiku bukan cuma sekedar pacar, kekasih, atau tunangan. Tapi dia lebih dari itu. Dia selalu ada saat saya sedang tidak atau sangat membutuhkannya. Selalu bisa membuatku tersenyum, tertawa, cemberut, merajok, sedih, kangen, merepet. Dia bisa berubah menjadi siapapun yang aku butuhkan (hahahaha....mahluk halus dunk berarti..). Maksudnya tuch, dia bisa menjadi sosok seorang abang, teman, sahabat, kadang-kadang seperti anak kecil, dan gak diragukan lagi bisa menjadi belahan jiwa (pastinya dunk..)

Coba sahabat Utjan bayangkan.....lagi bahagia-bahagianya merasakan indahnya kebersamaan, eeehh..tiba-tiba kita harus berjauhan demi tuntutan masa depan. Wiiiihhh....gak enak banget lah pokoknya. Terasa berat banget.
Jujur aja, suuuuliit banget awalnya untuk bisa ikhlas melepaskannya. Tapi saya juga gak bisa menghalangi rezekinya dan langkah masa depannya. Karena itu semua udah terencana sama Allah. Saya juga gak mau jadi cewek yang terlalu egois, yang cuma bisa menuruti perasaan saya aja.

Maklumlah namanya juga cewek, perasaan cewek kan sensitiv buanget. Kadang terlalu sedikit berlebihan dan lebay. Apalagi saat ditinggal jauh dan harus menjalani hubungan jarak jauh kayak gini, sadar atau tidak sadar pasi perasaan dan fikirannya bercampur aduk, kayak gado-gado. Perasaan takut, hawatir, cemas, dan yang terlebih kaaangeen, pasti selalu berputar-putar kayak burung yang hinggap dikepala.
(itu sich menurut saya, tapi gak tau juga yach kalo menurut sahabat Utjan sekalian)

Kita berdua harus berjauhan, karena dia diterima kerja diluar kota. Memang sich tuch kota gak jauh-jauh amat. dan juga pulangnya bisa seminggu sekali kalau sedang tidak terlalu banyak kerjaan. Bukannya gak seneng dan gak bersyukur sich dia dapat kerjaan yang bagus, tapi..... tetap aja terasa ada yang beda dihari-hariku sekarang ini. Terasa kali kehilangannya. Hiiks..hikss..hiks...hhuuuaaaaaa....

Sahabat semua...akhirnya saya sadar kok...dia tuch pergi bukan untuk dirinya sendiri. Tapi dia pergi untuk orang yang dicintainya, keluarga dan saya si imoetnya. Saya hanya bisa berdoa ke Allah, semoga langkah dan rezekinya selalu dimudahkan oleh Allah. Semoga Allah selalu menjaga hati kami berdua walau sejauh apapun jarak yang membatasai serta setebal apapun tembok yang mengahalangi kami, sampai nanti sampai hari bahagia itu benar-benar datang kepada kami.

Mungkin saat-saat ini lah cinta serta kesetiaan kami sedang diuji. dengan cara Allah menjauhkan jarak kami. Tentu saja karena saat kami berdua dekat, cinta serta kesetiaan kami telah terbukti.

Buat sahabat Utjan yang sedang mengalami hal yang sama seperti saya, mudah-mudahan Allah selalu memberikan keteguhan hati agar cinta kalian bersama orang-orang yang kalian cintai tetap terjaga. Amin.

Dan terimakasih buat sahabat Utjan yang sudah mampir diblog yang sederhana ini.



30 Tips Hidup Bahagia

30 Tips Hidup Bahagia
(A’idh Bin Abdullah Al Qarni)

1.      Berpikir dan bersyukur
2.      Yang lalu biarlah berlalu
3.      Harimu…Hari ini
4.      Biarkan masa depan hingga ia datang
5.      Biarkan dan acuhkan kritik menyakitkan yang memberondong anda
6.      Jangan tunggu ucapan terima kasih dari seseorang
7.      Berbuat baik kepada orang lain
8.      Mengisi waktu senggang dengan kerja
9.      Jangan jadi bunglon
10.  Tanamkan keimanan pada Qadha dan Qadar
11.  Yakinlah bersama kesulitan ada kemudahan
12.  Buatlah minuman manis dari lemon
13.  Berdoa
14.  Biarlah rumahmu menaungimu
15.  Cari pengganti dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
16.  Mengisi kehidupan dengan iman
17.  Ambillah madu tapi jangan rusak sarangnya
18.  Mengingat Allah
19.  Menghindari dengki
20.  Menerima kehidupan sebagaimana adanya
21.  Menghibur orang yang tertimpa musibah
22.  Shalat…shalat
23.  Menjadikan Allah sebagai penolong dan pelindung terbaik
24.  Berkelana di muka bumi
25.  Bersabar dengan baik
26.  Jangan bawa bola dunia di atas kepalamu
27.  Jangan cemas karena perkara sepele
28.  Menerima bagian dari Allah dengan ridha
29.  Ingatkan dirimu akan surga yang luasnya seluas langit dan bumi
30.  Menjadi manusia yang adil.