Mengenai Saya

Foto saya
Imoet...imoet...imoet... If there is a will, there is a way

Rabu, 23 Februari 2011

Coretan Aneh & Diary Kedua

Hai...haii..hai...
Sahabat Utjan...kuangen nich pengen nyapa kalian semua.
    "piye kabare???? damang???"
Alhamdulillah.....semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya yach.
Bilang apa hayyoo...??? Aaamiinn... (piiiiinteeerr.... :) )

Uuumm...tau gak kenapa saya suka nge-blog???? trus kenapa nich blog jadi diary kedua saya??ada yang tau??? yach...yg diujung sana, apa??? bisa pake mikrofonnya nggak???gak kedengeran nich disini...hihihihii..
Tiing....nooong... maaf, waktunya dah habis. Ok dech...dengan sangat ikhlas akan saya jawab sendiri.

Jawabannya sich simpel aja sebenarnya. Sewaktu saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) Saya tuch orangnya suka menciptakan coretan-coretan aneh yang gak jelas gitu. Pantang pegang alat tulis (pulpen/pensil), trus dapet secarik kertas putih kosong....langsung dech saya manfaatin buat corat coret yang kadang bentuk tulisannya tuch sama sekali gak bisa kebaca sama saya. Gimana mau kebaca, wong tulisannya mirip banget kayak ceker ayam, kriwel-kriwel kayak benang kusut. Dan kebiasaan tersebut berjalan sampai saya duduk dibangku Tsanawiyah (SMP).

Nah...pas saya merasa bosen dengan coretan-coretan yang gak jelas itu, kemudian saya berfikir, hhhmmm...kayaknya sayang banget dech kalau kertas putih secantik ini harus tersiksa dengan imajinasi-imajinasi saya yang terlalu rumit. Sepertinya gak ada salahnya juga kalau saya mencoba merangkai tulisan indah diatas tubuh kertas polos itu. Yaahh...akhirnya dengan hati-hati saya mulai mengarahkan mata pena saya menyentuh lembut tubuh kertas putih polos tersebut.

Awalnya sich saya cuma menulis tentang cerita perasaan saya, hari itu juga. Tentang apa yang sudah saya lakukan dan alami hari itu. Barisan demi barisan kertas putih tersebut tak terasa sudah penuh dengan tulisan-tulisan saya. Suummpaah !!! waktu itu saya sendiri terkejut, ternyata saya pandai juga mengekspresikan perasaan saya menjadi rangkaian tulisan yang tersusun rapih diatas secarik kertas putih yang polos..hehehe. Lama kelamaan saya jadi suka dengan dunia menulis. Sampai - sampai saya rela sisihkan uang jajan saya hanya demi bisa membeli sebuah buku diary kecil buat menuangkan cerita & perasaan saya disana. Dan yang pastinya juga buat konsumsi sendiri...secara, itu kan private banget. Malu atuch kalau sampai kebaca sama orang lain. 

"Waaahh....ini gak bisa dibiarkan", gumam saya.
Maksudnya, ini gak bisa dibiarkan berhenti begitu saja setelah saya menyadari setidaknya saya punya bakat menulis. Bukan hanya sekedar cerita harian yang saya tuliskan, saya juga mencoba merangkai puisi-puisi walaupun sebatas kemampuan saya berbahasa. dan itu juga masih untuk dikonsumsi sendiri. Karena saya belum merasa PD buat tunjukin puisi-puisi saya ke teman-teman apalagi orang lain. Tak hanya satu atau dua buku diary yang saya miliki dari saya SMP sampai Kuliah, paling tidak per-enam bulan sekali saya pasti membeli buku diary yang baru (habis...banyak yang hilang entah kemana tuch buku2 tiap kali pindah kos), tapi tak mesti yang bener-bener mirip diary remaja-remaja sekarang yang penuh dengan corak dan warna, bagi saya semua buku kosong itu bisa ditulis dan diisi  (maklumlah...I don't have much money). Sungguh...ternyata menulis dapat membuat saya rilex, karena secara tidak langsung saya sudah mengeluarkan uneg-uneg yang ada dikepala dan hati saya. Dan kebiasaan coret mencoret tersebut membuat saya semakin bermimpi untuk menjadi seorang penulis yang handal. Yang sangat ingin melahirkan buku-buku yang menarik serta bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. (hhhmm..terlalu tinggi kale yach cita-citanya).

Tak terasa dunia teknologi semakin berkembang dan canggih. Sehingga orang-orang tak perlu lagi menulis apa yang ingin ia tulisakan harus terus tersusun dibuku diarynya. Karena lama kelamaan buku-buku tersebut pasti akan mengalami kerusakan juga. Sama seperti saya yang berfikir demikian semenjak tujuh bulan terakhir ini. Saya semakin mencintai dunia menulis, perasaan itu yang mengajak saya untuk terus belajar menemukan kata-kata yang indah didengar dan mudah difahami. Serta perasaan itu pula yang mendorong saya untuk berani menampakkan rangkaian tulisan-tulisan saya ke semua orang. Dengan harapan orang tersebut tidak hanya bersedia membacanya, akan tetapi sudi kiranya memberi komentar positif terhadap tulisan saya.  

Dan akhirnya saya menemukan dunia blogger ini setelah saya menjelajahi internet serta membuka beberapa situs disana. Terlihat oleh saya tulisan-tulisan keren orang-orang yang sama sekali tidak saya kenal. Decak kagum akhirnya pun keluar dari mulut saya. Teeett....beribu pertanyaan pun muncul dikepala saya. Hhhmm...kok bisa yach mereka menulis seperti ini disini???gimana caranya yach??penasaran nich??
Jujur, saya begitu berantusias sekali untuk menjadi seorang blogger sederhana. akhirnya setelah mempelajari cara-caranya.....eeeng....iing....eeeeng....jadi dech tampilan blog sederhana saya yang seperti sekarang ini. Dan sampai saat ini pula, ranah blogger adalah diary kedua saya setelah beberapa buku diary saya terdahulu. Karena melalui blog ini saya bisa menyalurkan bakat saya yang terpendam selama bertahun-tahun. Yang selama ini gak pernah berani untuk menampakkan tulisan-tulian saya ke semua orang (yaach...walaupun gak bagus-bagus amat tulisannya). Yang tentunya masih dalam etika-etika penulisan.

Buat semua sahabat Utjan yang pernah mampir ke blog sederhana ini, terimakasih sebesar-besarnya saya ucapkan. Karena telah bersedia membaca coretan-coretan aneh yang ada dblog ini...

Ok....see u bye..bye... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar